Widget HTML Atas

Keutamaan Ilmu dalam Islam

Gus Mus, sumber: geotimes.id



Ilmu memiliki kedudukan yang tinggi di dalam Islam. Hal ini dapat dilihat dari hadits-hadits Nabi Saw dan ayat-ayat al-Qur’an yang membahas tentang ilmu dan peranannya. Nabi Saw pernah bersabda, thalabul ‘ilmi fariidhatun ‘ala kulli muslimin wa muslimatin. Menuntut ilmu itu wajib bagi Muslim laki-laki maupun Muslim perempuan.


Mengapa Islam mewajibkan para pemeluknya untuk menuntut ilmu? Tentu saja agar setiap individu yang beriman dapat mengenal-Nya. Sehingga, dapat beribadah kepada-Nya dengan sebenar-benarnya ketaatan. Bukankah Allah tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar beribadah kepada-Nya?


Imam Syafi’i pernah berkata kurang lebih seperti ini: 


Man aroda dun yaa fa’alaihi bil ‘ilmi, wa man arodal akhirota fa’alaihi bi ‘ilmi, wa man aroda bainahuma fa’alaihi bil ‘ilmi. Barang siapa yang menghendaki dunia, ia memerlukan ilmu. Barangsiapa yang menghendaki akhirat, ia memerlukan ilmu. Dan barangsiapa menghendaki keduanya, ia memerlukan ilmu.


Jadi, kita hidup di dunia ini tidak terlepas dari ilmu. Baik yang kita kejar itu dunia, akhirat, ataupun keduanya, semuanya membutuhkan ilmu. Namun, orang yang beriman mestilah meraih keduanya, yakni kesuksesan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Hal ini dapat diperoleh dengan memurnikan niat karena Allah dalam berusaha dan bekerja serta dalam menjalankan kewajiban yang telah ditetapkannya.


Kedudukan orang yang berilmu pun dalam Islam memiliki derajat yang tinggi. Di dalam surat Fathir ayat 28 Allah berfirman, Innamaa yakhsyallaha min ‘ibaadihil ‘ulamaa. Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Allah secara khusus menyebut ‘ulama, yakni orang yang berilmu yang taqwa dan takut kepada-Nya.


Terdapat perbedaan antara takut dengan Allah dan takut dengan makhluk. Ketika kita takut dengan seseorang, misalnya, kita akan menghindari dan menjauhi orang tersebut. Namun, ketika kita takut kepada Allah kita justru berusaha mendekat kepada-Nya.


Nabi Saw pun bersabda, Fadhlul ‘alim ‘alal ‘abid kafadhli ‘ala adanaakum. Keutaman seorang yang berilmu dari seorang ahli ibadah seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah diantara kalian.


Hadits di atas menunjukkan betapa kedudukan orang yang berilmu sangat tinggi di dalam Islam. Bahkan, seorang yang alim tingkatannya lebih tinggi daripada seorang ‘abid (ahli ibadah). Di dalam syair pun pernah disebutkan, 


Satu orang ahli fikih yang wara’

Adalah lebih berat bagi setan daripada seribu ahli ibadah


Demikianlah tulisan singkat mengenai keutamaan ilmu dalam Islam. Untuk membaca tulisan lainnya mengenai kisah Nabi dapat membacanya disini: Nabi Itu Nggak Suka Menggurui


Wallahu a’lam.


No comments for "Keutamaan Ilmu dalam Islam"