Kegiatan PKM Dosen dan Mahasiswa Universitas Pamulang “Optimalisasi Platform Digital Sebagai Sarana Kewirausahaan Minim Modal Bagi Pemuda Karang Taruna Melalui Model Dropshipping

Penulis:
• Dendi Sunardi, S.S., M.Kom.
• Christien Rozali, S.Si., M.Kom.
• Ayu Ernawati, S.Kom., M.Kom.
Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang

TANGERANG SELATAN – Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Ikatan Remaja 01/05 Kel. Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan yang berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali digelar di Ikatan Remaja 01/05. Tiga Dosen Program Studi Sistem Informasi tersebut di antaranya Bapak Dendi Sunardi, S.S., M.Kom., Ibu Christien Rozali, S.Si., M.Kom., Ibu Ayu Ernawati, S.Kom., M.Kom., dan lima mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang yaitu Rifda Latifah, Alfina Saputri, Navida Syahla, Nayla Chaliya, dan Mutiha Zahrotunisa.

Foto Bersama Kegiatan PKM Universitas Pamulang di Ikatan Remaja 01/05 Cipayung

Dokumentasi foto bersama dosen, mahasiswa Universitas Pamulang, dan peserta PKM Ikatan Remaja 01/05.

Ini merupakan sebuah kebanggaan khususnya bagi Universitas Pamulang yang telah mampu mengadakan sosialisasi dan pelatihan dengan tema “Optimalisasi Platform Digital Sebagai Sarana Kewirausahaan Minim Modal Bagi Pemuda Karang Taruna Melalui Model Dropshipping”. Hal ini juga tidak lepas dari kerja sama pengurus Ikatan Pemuda 01/05 yang ikut serta dalam proses kegiatan tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 32 peserta.

Suasana Pelatihan dan Pembagian Materi PKM

Antusiasme peserta saat mengikuti sesi kegiatan PKM.

Dalam era digital saat ini, pemanfaatan teknologi telah membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kegiatan kewirausahaan dengan modal yang relatif terbatas. Platform digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pemasaran, promosi produk, dan pengembangan usaha secara daring. Salah satu model bisnis yang potensial untuk diterapkan oleh pemuda adalah dropshipping, yaitu sistem penjualan produk tanpa harus menyimpan stok barang secara mandiri. Melalui model ini, pelaku usaha dapat memasarkan produk kepada konsumen melalui platform digital, sementara proses penyimpanan dan pengiriman barang dilakukan oleh pemasok. Oleh karena itu, optimalisasi platform digital melalui penerapan model dropshipping diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mendorong kemandirian ekonomi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta meningkatkan keterampilan digital pemuda Karang Taruna.

Pemaparan Materi Optimalisasi Platform Digital dan Dropshipping

Penyampaian materi mengenai kewirausahaan minim modal melalui model dropshipping.

Pemuda Karang Taruna sebagai mitra pengabdian kepada masyarakat memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam kegiatan ekonomi produktif dan pengembangan kewirausahaan di lingkungan masyarakat. Namun, dalam upaya memulai usaha, pemuda sering kali menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan modal awal, minimnya pengalaman berbisnis, kurangnya pengetahuan mengenai strategi pemasaran digital, serta belum optimalnya pemanfaatan platform digital untuk menghasilkan pendapatan. Sebagian pemuda telah mengenal media sosial dan berbagai aplikasi digital, tetapi pemanfaatannya masih cenderung terbatas pada komunikasi dan hiburan. Padahal, platform digital dapat digunakan secara lebih produktif untuk membangun usaha, menjangkau konsumen yang lebih luas, dan mengembangkan peluang bisnis dengan risiko persediaan yang relatif rendah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendampingan yang mampu mengarahkan pemuda agar dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana kewirausahaan yang praktis, terjangkau, dan berkelanjutan.

Foto Bersama Seluruh Peserta dan Tim PKM Universitas Pamulang

Kebersamaan tim PKM Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang bersama pemuda Ikatan Remaja 01/05.

Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan mitra Karang Taruna, permasalahan utama yang perlu mendapat perhatian adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pemuda dalam memulai usaha berbasis digital dengan modal yang minim. Pemuda membutuhkan pemahaman mengenai konsep kewirausahaan digital, pemilihan produk yang memiliki peluang pasar, pencarian dan penentuan pemasok, penetapan harga jual, pengelolaan pesanan, serta strategi promosi melalui platform digital. Selain itu, pemahaman mengenai model dropshipping masih perlu ditingkatkan agar pemuda dapat mengetahui mekanisme operasional bisnis, pembagian peran antara penjual dan pemasok, serta pentingnya menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen. Melalui penerapan model dropshipping, pemuda diharapkan dapat memulai usaha tanpa perlu menyediakan stok barang dalam jumlah besar, sehingga hambatan modal awal dapat diminimalkan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan digital pemuda Karang Taruna agar mampu mengidentifikasi peluang usaha dan mengembangkan aktivitas ekonomi produktif secara mandiri.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan mengenai optimalisasi platform digital sebagai sarana kewirausahaan minim modal melalui model dropshipping. Penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah interaktif dan diskusi untuk memberikan pemahaman mengenai konsep kewirausahaan digital, karakteristik model dropshipping, peluang pasar, serta strategi pemasaran produk secara daring. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan melalui demonstrasi dan praktik langsung agar peserta memperoleh pengalaman dalam menjalankan tahapan awal bisnis dropshipping. Peserta dibimbing untuk mengidentifikasi produk potensial, mencari pemasok yang tepercaya, menentukan harga jual, membuat konten promosi, memanfaatkan platform digital untuk pemasaran, serta memahami alur pemesanan hingga pengiriman produk kepada konsumen. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Melalui kegiatan tersebut, pemuda Karang Taruna diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk merintis usaha dengan modal yang relatif minim, meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi, serta mengembangkan peluang kewirausahaan yang berpotensi berkelanjutan.

Selaku ketua pengusul dalam kegiatan ini, yakni Bapak Dendi Sunardi, S.S., M.Kom. mengucapkan terima kasih kepada Bapak Budi Kurniawan selaku Ketua RT 01/05 beserta jajarannya yang telah memberikan waktu dan tempat untuk Dosen dan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dan semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat serta berguna bagi seluruh peserta, khususnya Ikatan Remaja 01/05.

Posting Komentar untuk "Kegiatan PKM Dosen dan Mahasiswa Universitas Pamulang “Optimalisasi Platform Digital Sebagai Sarana Kewirausahaan Minim Modal Bagi Pemuda Karang Taruna Melalui Model Dropshipping"